Bentrok di bali

Kapolda: Kami Hanya Pakai Peluru Karet

Kompas.com - 19/09/2011, 16:09 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Bali mengaku personel yang bertugas saat terjadi bentrok antara warga Desa Kemoning dan Desa Budaga, Kabupaten Klungkung, Sabtu, hanya melepaskan tembakan dengan peluru karet.

Seperti diberitakan, bentrokan ini telah menewaskan Ketut Ariaka (56) yang hingga kini penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi. Ada dugaan Ariaka terkena tembakan peluru "nyarar". Jenasah korban kini masih berada di kamar mayat RSUD Sanglah, Denpasar.

Kepala bidang Humas Polda Bali Kombes Hariadi di Denpasar, Senin (19/9/2011) menjelaskan, saat bentrokan para personel Polda Bali memang melepaskan tembakan menggunakan peluru karet ke arah bawah, yang dipantulkan ke jalan untuk menghalau massa.

"Itu bukan peluru nyasar. Tembakan yang dilakukan personel saat itu memang untuk menghalau massa yang dipantulkan ke bawah, dan mungkin memantul ke atas," ujarnya.

Hariadi juga mengatakan, meski polisi telah melepaskan tembakan, namun berdasarkan keterangan forensik RSUD Sanglah, Denpasar, pada bagian kepala yang terluka tidak ditemukan peluru. "Jadi memang belum jelas, apakah korban ini terkena tembakan dari personel polisi atau bukan. Karena pelurunya tidak ditemukan oleh dokter," ujarnya.

Sementara itu, saat ini masih ada tujuh orang warga Kemoning dan Budaga yang menjalani pemeriksaan polisi berdasarkan alat bukti yang ditemukan, seperti pedang, pisau, samurai, bambu runcing, dan tombak. "Tujuh orang masih kami periksa berdasarkan alat bukti, tapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Sebelumnya, bentrokan yang dipicu karena perebutan pura dalem, kuburan (setra), dan pura di dalam kuburan (prajapati) telah terjadi sejak beberapa waktu lalu hingga memunculkan pengerahan massa dua desa tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau